INI ADALAH HASIL FOTO-FOTO PESERTA LOMBA FOTOGRTAFI DAN POSTER

Kami segenap keluarga besar BEM FIP UNNES 2008 mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi kawan-kawan yang telah berpartisipasi dalam Lomba Fotografi dan Poster.
Semoga dengan diadakanya kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan daya kreatifitas kawan-kawan untuk dapat berkarya lebih baik serta inovatif.

Selamat untuk pemenangnya!!!!




[Baca Selangkapnya »»]

UJIAN SEMESTER TELAH TIBA

Tidak terasa hari demi hari terus berlalu, sebagai mahasiswa yang menyandang gelar manusia yang berintelektual tidak terlepas dari kegiatan baik yang berbau akademik maupun kegiatan ekstra di luar akademik. Universitas Negeri Semarang kini telah masuk pada akhir semester Gasal itu berarti akan menempuh ujian semester. Hal inilah yang mungkin bagi mahasiswa yang ditunggu-tunggu, karena sudah tidak sabar untuk segera melanjutkan ke jenjang semester berikutnya. Ujian semester biasanya di perkuliahan akhir banyak sekali tugas-tugas dari dosen yang dibebankan kepada mahasiswa. Syarat untuk mengikuti ujian akhir juga harus membereskan semua tanggungan tugas yang diberikan dosen. Kabar terbaru dari UNNES adalah untuk setiap mahasiswa sebelum mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) diwajibkan untuk memesan Mata Kuliah terlebih dahulu.

Pemesanan KRS merupakan strategi baru yang ada pada Sikadu hal ini mungkin untuk sebagian orang akan menimbulkan kemudahan dalam pengisian KRS atau justru akan menambah suatu masalah baru, karena bagi mereka yang belum begitu tahu dengan program ini pasti akan menyulitkan. Pasalnya dalam pengisian KRS untuk semester Genap mendatang sudah tidak ada lagi yang namanya revisi.

Apapun itu kita tetap mendukung kemajuan UNNES baik dari segi administrasi, Kualitas maupun bentuk pelayanan pada mahasiswa. Maju terus UNNES-ku SEmangatt!!!

Oh ya lupa selamat menempuh ujian akhir Semester untuk seluruh mahasiswa UNNES. Semoga dapat melaksanakan Ujian Semester ini dengan lancar dan tentunya dengan hasil yang memuaskan.

[Baca Selangkapnya »»]

PORSAJUR KITA

selamat datang dalam fakultas pendidikan.
selamat datang era pendidikan.
selamat datang bulan mei.
berangkat dari inilah, kawan - kawan dari BEM FIP mengadakan serangkaian kegiatan untuk mengisi bulan mei sebagai bulannya pendidikan. Dari kegiatan - kegiatan itu

[Baca Selangkapnya »»]

AKSI PEDULI PENDIDIKAN

Renungan Hari Pendidikan Nasional

Baru saja bergulir hari pendidikan nasional, hari yang seyogyanya mampu menjadi awal lahirnya sebuah harapan besar akan masa depan dunia pendidikan di Indonesia.Namun irons, kenyataan berkad lain, kenaikan demi kenaikan biaya mewarnai pendidikan di Indonesia..
Pasal 31 ayat (4) UUD '45 menyebutkan 20% APBN dialokasikan untuk pendidikan. Sesuai dengan putusan mahkamah Konsitusi yang memasukkan gaji pendidik dalam anggaran 20 %
pendidikan. Indonesia hampir mampu melaksanakan amanat tersebut. Namur, dilihat dari komposisinya, pembinaan peserta didik tetap mendapatkan porsi terkecil, hanya 0,24%. Sisanya biaya gaji mencapai 80,471 % ( Suharto,2007). Apa bedanya?
Belum lagi pendidikan Perguruan Tinggi yang liar biaya mencekik rakyat. Dengan alasan UU Sisdiknas menyatakan pemerintah hanya bertanggung jawab terhadap pendidikan dasar (SD¬SMA) , Perguruan Tinggi berlomba lomba menaikan biaya masuk dengan Pertimbangan kwalitas. Walau proses diskriminasi harus dilaksanakan (Kompas,November).Inilah yang menyebabkan. hanya 4,3 % manusia Indonesia yang berkesempatan mengenyam pendidikan Tinggi (Didik G; 2007). -

Ki Hadjar Dewantara dikhianati pendidikan yang seharusnya menjadi sumber kesucian, sarana pembelajaran moral. Kini berubah menjadi mesin pembeda antara bangsawan dan rakyat jelata. Hakikat pendidikan telah dinodai oleh cukong- cukong kapitalis yang menganggap pendidikan sebagai sumber keuntungan. Uang pangkal , sumbangan bangunan, hingga penerimaan siswa atau mahasiswa jalur khusus adalah contoh npraktek-praktek kapitalisasi dan liberali'sasi pendidikan.
Terlalu banyak kenyataan buruk yang menghantui rupa pendidikan Indonesia. Mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki bopeng- bopeng pesakitan pendidikan. Bersalah kiranya, ketika melihat ada diskiminasa dan pelanggaran hak asasi manusia dalam memperoleh pendidikan terjadi di sekitar namun kita terdiam. Hanya berharap Semua baik-baik saja.

Bergerak sebelum pendidikan luhur coati... kawan.
Sa'arn perjuangan

[Baca Selangkapnya »»]

Komitmen dalam organisasi

organisasi dan komitmen....
jika organisasi jadi putik maka komitmen jadi benang sarinya...
jika organisasi jadi zebra maka komitmen jadi belang2nya...
saking pentingnya arti komitmen bagi keberlangsungan sebuah organisasi, banyak organisasi yang menjadikan "komitmen" sebagai syarat utama dalam menjaring anggota, kualitas kinerja lapangan dan kemampuan lainnya cuma jadi syarat pelengkap aja...

jadi, komitmen adalah kebutuhan primer bagi seseorang yang ingin bergabung ke dalam sebuah organisasi
nah, sekarang bagaimana caranya menumbuhkan komitmen terhadap organisasi???
mari kita tanya adi ahdiat.....hyakakakakakak......
komitmen itu dibangun oleh dua unsur pokok, yaitu:

1. adanya kesamaan nilai yang dimiliki organisasi dan individu

ayat pertama ini wajib hukumnya!! kesamaan nilai ini diantaranya mencakup kesamaan cita-cita, tujuan, juga kesamaan perspektif dalam melihat dan menanggapi suatu masalah.

gimana kalo ada pertentangan nilai antara organisasi dengan individu??? misalnya saja ada seorang liberalis yang ada di dalam organisasi dengan sistem komunal??? jalan keluarnya adalah melakukan modifikasi trhadap nilai-nilai tersebut

gimana kalo organisasi itu udah "tua" dan "punya nama" yang nilai2nya sudah menjelma sebagai dogma sehingga sangat sulit untuk melakukan modifikasi terhadapnya??? mau ga mau harus ada yg dikorbankan, entah itu ideologi si individu ataupun organisasinya...(1) meleburkan diri ke dalam nilai tersebut; (2) tidak menerima sama sekali...kalo lo ada di kondisi ini lo bakal pilih yang mana??? gw pilih yang no.2

2. loyalitas

loyalitas disini bisa diartikan secara bebas sebagai: kesediaan seseorang untuk melanggengkan hubungannya dengan organisasi, bahkan kalo perlu kepentingan pribadi pun harus rela dikorbankan

nah... masalahnya gimana bisa kesediaan semacam ini muncul kalo pandangan organisasi berbeda/bertentangan dgn si individu??? ditambah lagi jika organisasi tsb memang menuntut anggotanya untuk bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya...

loyalitas tidak akan lahir...kalaupun ada orang yg bertahan dalam kondisi seperti ini (dimana adanya pertentangan pandangan dan keterpaksaan untuk berkorban) maka yang lahir adalah kepura-puraan yg memperlihatkan kepasrahan, ketidakmampuan dan ketidakberanian untuk menjadi diri sendiri...

[Baca Selangkapnya »»]